Surabaya, MUI Jatim
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menggelar kegiatan Sorogan Ramadhan 1447 H yang dihadiri mahasiswa Program Sarjana PKU MUI Jatim pada Senin (02/03/2025) pukul 17.00 WIB di Lobby Utama MUI Jatim. Kegiatan ini dirangkai dengan agenda pembinaan dan kajian Ramadhan, buka puasa bersama, serta pembagian living cost bagi mahasiswa.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur Dr. M. Hasan Ubaidillah, M.Si., Bendahara Umum H. Rasidi, SE., Bendahara MUI Jatim Drs. H. Abd. Mujib Hasyim, M.Pd.I., dan Ketua Komisi Pengembangan Dana Umat dan Filantropi H. Miftah Jauhari, SE
Dalam sambutannya, Dr. M. Hasan Ubaidillah menyampaikan bahwa pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum silaturahim sekaligus penguatan komitmen mahasiswa penerima program PKU.
“Program ini istimewa dan anggaran yang dibutuhkan selama satu tahun mencapai Rp850 juta untuk living cost dan biaya asrama ma’had UINSA, untuk biaya pendidikan bekerjasama dengan LPPD Jatim dan Baznas Jatim dan berjalan selama empat tahun. Artinya, ini bukan program yang main-main. Kalau tidak dijalankan dengan serius, tentu sangat disayangkan. Karena itu, kami semua hadir untuk mendukung pendidikan Anda,” tegasnya.
Sementara itu, Bendahara Umum H. Rasidi, SE., menjelaskan bahwa selain pembinaan dari jajaran pimpinan, pada kesempatan tersebut juga dilakukan pemberian living cost untuk bulan Januari. Ia menambahkan bahwa insyaallah penyerahan berikutnya akan dilaksanakan pada pertemuan selanjutnya.
“Saat ini kami mengumpulkan untuk penguatan dari dewan pimpinan sekaligus pemberian living cost bulan Januari. Insyaallah, Senin depan kita akan berkumpul kembali di sini untuk agenda berikutnya,” ujarnya.
Dalam sesi motivasi, Drs. H. Abd. Mujib Hasyim, M.Pd.I., memberikan pesan mendalam kepada para mahasiswa agar bersungguh-sungguh dalam menempuh pendidikan. Ia mengingatkan bahwa keberangkatan mereka dari rumah harus dilandasi niat yang kuat untuk menuntut ilmu.
“Kalian berangkat dari rumah dengan niat kuliah program PKU, maka tinggalkan segala hal yang mengganggu fokus belajar. Imam Syafi’i berpesan, kenikmatan hidup yang sesungguhnya ada pada kesungguhan,” tuturnya.
Ia juga mengutip pesan para ulama bahwa masa muda adalah waktu terbaik untuk menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh.
“Sabda Nabi bahwa siapa saja yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya menuju surga,” pungkasnya.












