Surabaya, MUI Jatim
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, KH Mutawakkil Alallah, memberikan tanggapan atas maraknya unggahan di media sosial yang dinilai merugikan citra lembaga pesantren. Ia menegaskan bahwa masyarakat perlu bersikap bijak dan tidak mudah terpengaruh oleh opini negatif yang beredar di dunia maya.
Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong tersebut menekankan bahwa pesantren selama ini berperan penting sebagai pusat pendidikan, pembentukan karakter, serta sumber kearifan yang telah berkontribusi besar bagi kemajuan bangsa.
“Pesantren adalah lembaga yang melahirkan nilai-nilai luhur, mendidik akhlak, dan berkontribusi besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya kepada Radar Surabaya, Kamis (16/10/2025).
Kiai Mutawakkil meminta semua pihak, termasuk media massa dan media sosial untuk bersikap adil dan proporsional dalam memberitakan atau menanggapi kehidupan pesantren.
“Media massa maupun medsos yang melakukan framing negatif dan menyebarkan fitnah terhadap pesantren harus dilakukan edukasi, dan bila perlu, diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Selain itu, MUI Jatim juga mengimbau masyarakat dan warganet agar lebih arif dan bijak dalam menanggapi isu-isu yang menyerang pesantren. “Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Mari melihat pesantren secara komprehensif sebagai pusat nilai, ilmu, dan pengabdian,” tuturnya.
MUI Jatim berharap agar kehormatan pesantren tetap terjaga dan masyarakat tidak terpengaruh oleh framing negatif yang dapat menimbulkan kesalahpahaman terhadap lembaga pendidikan Islam yang selama ini berperan penting dalam menjaga moral dan kebangsaan.












