SURABAYA, MUI Jatim – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur bersiap menyelenggarakan Ijtima’ Ulama III di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto, pada Sabtu, 31 Oktober mendatang. Forum tertinggi Komisi Fatwa yang dihelat setiap tiga tahun sekali ini akan berfokus pada penyelesaian berbagai persoalan keagamaan dan kemasyarakatan terkini.
Kepastian penyelenggaraan tersebut dirumuskan dalam rapat gabungan antara Komisi Fatwa dan Komisi Pengembangan Dana Umat dan Filantropi (PDUF) MUI Jatim pada Selasa (13/10) di Gedung MUI Jatim, Surabaya. Rapat koordinasi ini dihadiri langsung oleh Ketua Komisi Fatwa KH Sholihin Hasan dan Ketua Komisi PDUF KH Miftah Jauhari beserta jajaran pengurus kedua lembaga.
Ijtima’ Ulama III dijadwalkan akan diikuti oleh 150 peserta dari berbagai elemen kepengurusan dan lembaga pendidikan Islam. Para delegasi tersebut mencakup utusan dari MUI Jatim, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, MUI Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, perwakilan pondok pesantren, ma’had aly, hingga akademisi dari berbagai kampus keislaman di Jawa Timur.
Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim, KH Sholihin Hasan, menyatakan bahwa forum ini akan membedah belasan persoalan strategis.
“Ada 12 permasalahan yang akan dibahas dalam pertemuan itu nanti,” ungkap Kiai Sholihin.
Lebih lanjut, ia merinci beberapa isu utama yang masuk dalam draf pembahasan, antara lain hukum metode dakwah laki-laki dan perempuan tanpa pembatas yang disertai aksi joget dan pakaian menyeramkan, wacana hukuman mati serta perampasan harta bagi pelaku korupsi, hingga persoalan kontemporer seperti program makan bergizi gratis (MBG) dan fenomena ojek online.
Saat ini, seluruh draf materi kajian telah didistribusikan kepada para calon peserta untuk dibahas di internal masing-masing lembaga. Guna mendalami substansi tersebut, Komisi Fatwa juga akan menggelar Halaqah Pra-Ijtima’ Ulama MUI. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung di Kantor MUI Jatim pada 17-18 Oktober 2026 khusus untuk mematangkan draf dan materi bahasan sebelum dibawa ke forum utama.
Dari sisi teknis penyelenggaraan, Ketua Komisi PDUF KH Miftah Jauhari memastikan bahwa persiapan acara sudah hampir selesai. Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Prof. Dr. KH Asep Saifuddin Chalim, M.Ag., selaku tuan rumah juga telah menyatakan kesiapan penuh, khususnya terkait penyediaan akomodasi dan konsumsi bagi ratusan peserta dan ulama yang akan hadir.
“Kami sudah siap hampir seluruhnya,” tegas Gus Miftah seraya memastikan adanya dukungan dari berbagai rekanan potensial untuk menyukseskan perhelatan akbar Ijtima’ Ulama III MUI Jatim tersebut.







