MUI Jatim
MUI TV
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Berita
  • Produk
    • LPPOM MUI
    • Sejarah MUI
    • DSN MUI
    • MUI TV
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
  • Info Halal
  • Bayan
  • Khutbah
  • Fiqih
  • Galeri
    • Video
    • Album
  • Halo MUI
    • Tanya Ulama
    • Tanya Jawab Islam
No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Berita
  • Produk
    • LPPOM MUI
    • Sejarah MUI
    • DSN MUI
    • MUI TV
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
  • Info Halal
  • Bayan
  • Khutbah
  • Fiqih
  • Galeri
    • Video
    • Album
  • Halo MUI
    • Tanya Ulama
    • Tanya Jawab Islam
No Result
View All Result
MUI Jatim
No Result
View All Result
Home Bayan

Fatwa MUI No. 57 Tahun 2014: Islam Haramkan Pencabulan

OlehAdmin
Kamis, 17 Apr 2025 - 08:43 WIB
Fatwa MUI No. 57 Tahun 2014: Islam Haramkan Pencabulan
ShareTweetSend

Dewasa ini masyarakat Indonesia dihebohkan dengan beberapa perilaku dokter yang melakukan pencabulan terhadap pasien perempuan. Pelecehan seksual merupakan kekejian yang semua orang di dunia ini sepakat bahwa perbuatan tersebut merupakan sebuah kejahatan. Begitu pun dengan Islam yang memandang bahwa pelecehan seksual terhadap perempuan merupakan sebuah perbuatan dosa.

Selaras dengan Fatwa MUI Fatwa MUI No. 57 Tahun 2014 yang menyatakan bahwa lesbian, gay, sodomi, dan pencabulan adalah perbuatan haram dan termasuk kejahatan seksual. Perbuatan tersebut bertentangan dengan fitrah manusia, hukum Islam, dan nilai moral bangsa Indonesia. Sehingga masyarakat wajib melakukan amar ma’ruf nahi munkar terhadap perilaku ini dan mendorong rehabilitasi pelakunya agar kembali kepada fitrah.

Pelanggaran batas ini biasa disebut dalam bahasa Arab sebagai tindakan yang fahisy (فاحش). Hal tersebut sebagaimana disebutkan oleh al-Qadhi ‘Iyadh, bahwa makna fahsy (فحش) sendiri adalah tindakan keluar dari batas. (Al-Nawawi, Syarh Shahih Muslim bin al-Hajjaj, [Beirut: Dar Ihya al-Turats, 1392 H], jilid XV, hal. 78).

Perbuatan cabul yang dikenal sebagai tindakan fahsy ini dikecam dalam Islam melalui hadits Nabi Muhammad saw yang diriwayatkan oleh Imam al-Tirmidzi dalam Sunan-nya:

إِنَّ اللهَ لَيُبْغِضُ الْفَاحِشَ الْبَذِيء

Artinya, “Sesungguhnya Allah amatlah murka terhadap seorang yang keji lagi jahat.” (HR al-Tirmidzi).

Dalam hadits lain dengan makna yang serupa, Imam Abu Dawud meriwayat sebuah hadits Nabi Muhammad saw. dalam Sunan-nya:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْفَاحِشَ الْمُتَفَحِّشَ

Artinya, “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang keji dan ucapan keji”. (HR Abu Dawud).

Tindakan pencabulan dilarang keras dalam Islam bahkan ia bertentangan dengan syariat yang mana di antara tujuannya adalah untuk menjaga harga diri atau kehormatan seseorang (hifz al-‘ardh).

Tindakan keji berupa merendahkan harga diri dan kehormatan sendiri diharamkan dalam Islam. Ibnu ‘Umar ra. pernah menceritakan suatu peristiwa ketika Nabi melarang perendahan terhadap kehormatan seseorang. Pidato tersebut tercatat ketika peristiwa haji Wada:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِنًى أَتَدْرُونَ أَيُّ يَوْمٍ هَذَا قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ فَقَالَ فَإِنَّ هَذَا يَوْمٌ حَرَامٌ أَفَتَدْرُونَ أَيُّ بَلَدٍ هَذَا قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ بَلَدٌ حَرَامٌ أَفَتَدْرُونَ أَيُّ شَهْرٍ هَذَا قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ شَهْرٌ حَرَامٌ قَالَ فَإِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَيْكُمْ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا

Baca juga   Jangan Ada Lagi Haji Ilegal

Artinya, “dari Ibnu’Umar ra. ia berkata ‘Nabi saw. bersabda ketika berada di Mina, ‘Apakah kalian mengetahui, hari apakah ini?’. Orang-orang menjawab, ‘Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui’. Beliau bersabda, ‘Ini adalah hari haram (suci)’. Beliau bertanya lagi, ‘Apakah kalian mengetahui, negeri apakah ini?’. Mereka menjawab, ‘Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui’. Beliau berkata, ‘Ini adalah negeri haram’. Beliau bertanya lagi, ‘Apakah kalian mengetahui, bulan apakah ini?’. Mereka menjawab, ‘Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui’. Beliau berkata, ‘Ini adalah bulan haram. Sungguh Allah telah mengharamkan darah kalian, harta-harta kalian dan kehormatan kalian sebagaimana haramnya hari kalian ini, pada bulan kalian ini dan di negeri kalian ini’.”

Terkait dengan merendahkan atau merenggut kehormatan orang lain, terdapat beberapa keterangan dalam hadits-hadits Nabi saw. Misalnya adalah tindakan merenggut kehormatan seseorang merupakan perbuatan yang lebih buruk dari pada riba. Diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud:

الرِّبَا ثَلَاثَةٌ وَسَبْعُونَ بَابًا، أَيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ الرَّجُلُ أُمَّهُ، وَإِنَّ أَرْبَى الرِّبَا عِرْضُ الرَّجُلِ الْمُسْلِمِ

Artinya, “Riba memiliki 73 pintu, paling ringan dosanya seperti seseorang menikahi ibunya sendiri, dan sungguh tingkatan riba yang paling parah setingkat dengan seseorang yang melecehkan kehormatan seorang Muslim.” (HR. Al-Hakim).

Poin hadits di atas jelas sekali bahwa merenggut kehormatan seseorang merupakan sebuah perbuatan buruk yang selevel dengan riba yang paling parah. Alasannya adalah apabila zina, maka ada indikasi bahwa kedua pelaku sama-sama ridha, beda dengan pelecehan seksual atau tindak pencabulan yang dapat merenggut kehormatan.

Meskipun hadits ini terdapat dalam kitab al-Mustadrak, Ibnu Majah juga meriwayatkan hadits ini namun sampai pada keterangan jumlah pintunya saja sebanyak 73, adapun redaksinya tidak dijelaskan. Al-Hakim sendiri sebagai periwayat hadits ini menyebutkan keshahihannya sesuai syarat Imam al-Bukhari dan Muslim, sedang al-Dzahabi tidak mengomentarinya sama sekali dan al-Baihaqi menyebut sanadnya shahih.

Mengenai perenggutan terhadap kehormatan dan harga diri seseorang, terdapat suatu kisah yang ditulis oleh al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubra tentang pelecehan seksual yang dilakukan beberapa penjual emas Bani Qainuqa’, yang membuat Rasulullah saw. kecewa dan membatalkan perjanjian di antara mereka. Kisahnya adalah:

Baca juga   Silaturahmi Idul Fitri, Cara Menggapai Kebahagiaan Diri

قال الشّافِعِىُّ فى رِوايَةِ أبى عبدِ الرَّحمَنِ البَغدادِىِّ عنه: لَم يَختَلِفْ أهلُ السّيرَةِ عِندَنا؛ ابنُ إسحاقَ، وموسَى بنُ عُقبَةَ، وجَماعَةُ مَن رَوَى السّيرَةَ، أن بَنِى قَينُقاعَ كان بَينَهُم وبَينَ رسولِ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – موادَعَةٌ وعَهدٌ،
فأَتَتِ امرأةٌ مِنَ الأنصارِ إلَى صائغٍ مِنهُم ليَصوغَ لَها حُليًّا، وكانَتِ اليَهودُ مُعاديَةً لِلأنصارِ، فلَمّا جَلَسَتْ عِندَ الصّائغِ عَمَدَ إلَى بَعضِ حَدائدِه فشَدَّ به أسفَلَ ذَيلِها وجَنْبَها وهِىَ لا تَشعُرُ،
فلَمّا قامَتِ المَرأَةُ وهِىَ فى سُوقِهِم نَظَروا إلَيها مُتَكَشِّفَةً، فجَعَلوا يَضْحَكونَ مِنها ويَسخَرونَ، فبَلَغَ ذَلِكَ رسولَ اللهِ – صلى الله عليه وسلم -فنابَذَهُم، وجَعَلَ ذَلِكَ مِنهُم نَقضًا لِلعَهدِ. وذَكَرَ حَديثَ بَنِى النَّضيرِوما صَنَعَ عُمَرُ بنُ الخطابِ فى اليَهودِىِّ الَّذِى استَكرَهَ المَرأَةَ فوَطِئَها

Artinya, “Imam Syafii mengatakan pada riwayat Abu ‘Abdirrahman al-Bahgdadi: “Menurut pendapat kami, para penulis sejarah (Ibnu Ishaq, Musa bin ‘Uqbah, dan sekelompok orang yang meriwayatkan kisah tersebut) sepakat bahwa ada perjanjian antara Bani Qaynuqa’ dan Rasulullah Saw.

Kemudian seorang wanita dari Anshar datang ke toko perhiasan mereka untuk menempa perhiasan yang dimilikinya. Konon, orang-orang Yahudi sangat memusuhi kaum Anshar, sehingga ketika perempuan tersebut duduk bersama si penjual perhiasan, dia meraih sebagian besinya dan menariknya ke bagian bawah dan sisinya tanpa si perempuan itu sadari.

Seketika wanita itu pun berdiri dan pakaiannya terbuka. Para penempa perhiasan itu pun melihatnya perempuan tersebut dan mulai menertawakan serta mengolok-oloknya. Hal ini sampai kepada Rasulullah Saw. dan keluarganya, maka beliau menegur mereka dan menyatakan bahwa kasus tersebut merupakan pelanggaran terhadap perjanjian di antara mereka.” (Al-Baihaqi, al-Sunan al-Kubra, [Markaz al-Hijr, 2011], jilid XIX, hal. 61).

Kisah di atas dapat kita bayangkan bagaimana dua kelompok masyarakat yang berbeda (Islam dan Yahudi) menjalin suatu perjanjian dan akibat kasus pelecehan yang dilakukan oknum dalam suku tersebut akhirnya Nabi saw. pun membatalkan perjanjiannya. Betapa Nabi saw. sangat mengecam perbuatan tersebut karena melecehkan harga diri seseorang. Wallahu a’lam

Penulis: Amien Nurhakim, Musyrif Darus-Sunnah International Institute for Hadith Sciences

Topik: fatwa

Artikel Terkait

Keistimewaan Bulan Sya’ban dan Amalan yang Dianjurkan

Keistimewaan Bulan Sya’ban dan Amalan yang Dianjurkan

19/01/2026

Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan yang memiliki keutamaan dan keberkahan tersendiri dalam kalender Islam....

Jumat Terakhir Bulan Rajab, Baca Amalan Berikut Ini

Jumat Terakhir Bulan Rajab, Baca Amalan Berikut Ini

15/01/2026

Bulan Rajab 1447 Hijriah kini memasuki pekan terakhir. Di tengah tradisi umat Islam, dikenal sebuah...

Taushiyah Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur Menyambut Tahun Baru 2026 M

31/12/2025

KH Anwar Iskandar Soroti Presrasi MUI Jatim Masa Khidmat 2020-2025

Pidato Pengarahan Ketua Umum MUI dalam Pembukaan Musda XI MUI Jawa Timur 26 Desember 2025 di Surabaya

31/12/2025

Pengantar: Gubernur Jawa Timur, Ibu Dr. Nyai Hj. Khofifah Indar Parawansa, dalam sambutan lisannya selaku...

Lafal Doa Mohon Dijauhkan dari Segala Bencana

Lafal Doa Mohon Dijauhkan dari Segala Bencana

30/11/2025

Hujan deras melanda berbagai wilayah di Indonesia. Jika tidak ada resapan yang baik, musim hujan...

KH Anwar Iskandar dan Arah Baru Kepimpinan MUI 2025–2030

KH Anwar Iskandar dan Arah Baru Kepimpinan MUI 2025–2030

23/11/2025

“Dalam situasi seperti ini, ulama tidak cukup hanya tampil sebagai penjaga moral publik; mereka harus...

Ro’an. (Foto: Al- Tsaqafah)

Tradisi Ro’an Pesantren

08/10/2025

Ambruknya sebuah bangunan yang ada di kompleks Pesantren Al-Khoziny Buduran adalah duka kita semua. Al-Faqir...

Informasi Terbaru

Sinergi Ulama–Umara Jadi Kunci Wujudkan Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara

Sinergi Ulama–Umara Jadi Kunci Wujudkan Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara

21/01/2026 - 10:05 WIB
Keistimewaan Bulan Sya’ban dan Amalan yang Dianjurkan

Keistimewaan Bulan Sya’ban dan Amalan yang Dianjurkan

19/01/2026 - 17:00 WIB
Jumat Terakhir Bulan Rajab, Baca Amalan Berikut Ini

Jumat Terakhir Bulan Rajab, Baca Amalan Berikut Ini

15/01/2026 - 20:00 WIB
SK MUI Provinsi Jawa Timur Masa Khidmat 2025-2030

SK MUI Provinsi Jawa Timur Masa Khidmat 2025-2030

14/01/2026 - 13:05 WIB
Sekum MUI Jatim: KUHP Baru Upaya Perlindungan dan Kemaslahatan Umat

Sekum MUI Jatim: KUHP Baru Upaya Perlindungan dan Kemaslahatan Umat

14/01/2026 - 11:14 WIB

Tanya Ulama

Kirim pertanyaan anda seputar konsultasi syariah dan tanya jawab islam disini.

Konsultasi

Balut Filipina

Persaudaraan Matahari

Bela Sungkawa Atas Meninggalnya Non Muslim

Pembayaran Sistem COD

Rabu Wekasan

Fatwa MUI

Fatwa

Taushiyah DP MUI Provinsi Jawa Timur Tentang Etika Beraktivitas Sosial Budaya di Ruang Publik

31/07/2025
Fatwa

Fatwa No. 1 Tahun 2025 tentang Penggunaan Sound Horeg

13/07/2025
Fatwa

Hasil Ijtima’ Ulama MUI se-Jatim Ke-II 2024

10/02/2025
Fatwa

Fatwa Nomor 1 Tahun 2023 tentang Hukum Politik Identitas

10/02/2025
Fatwa

Rilis 2 : Hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa: Youtuber dan Selebgram Wajib Zakat

30/05/2024
MUI Jatim

Dapatkan informasi terbaru melalui:

Alamat

Jl. Raya Wisma Pagesangan No.204, Pagesangan, Kec. Jambangan, Surabaya, Jawa Timur 60233

Email: info@muijatim.or.id

MUI Provinsi

  • MUI Pusat
  • MPU Aceh
  • MUI Sumatera Utara
  • MUI Sumatera Barat
  • MUI Lampung
  • MUI DKI Jakarta
  • MUI Jawa Barat
  • MUI Jawa Tengah
  • MUI Kalimantan Selatan
  • MUI Kalimantan Timur
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2020 MediatrustPR. All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Berita
  • Produk
    • LPPOM MUI
    • Sejarah MUI
    • DSN MUI
    • MUI TV
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
  • Info Halal
  • Bayan
  • Khutbah
  • Fiqih
  • Galeri
    • Video
    • Album
  • Halo MUI
    • Tanya Ulama
    • Tanya Jawab Islam

© 2020 MediatrustPR. All Right Reserved