Surabaya – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan studi lapangan dari rombongan mahasiswi Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Universitas Darussalam Gontor di Kantor MUI Jatim, pada hari Senin (19/10/2026). Kunjungan akademik ini secara khusus mengupas tema mengenai Peran Pemikiran Kalam dalam Menjawab Persoalan Keagamaan Kontemporer.
Para mahasiswi tersebut disambut dan berdiskusi langsung dengan Ketua MUI Jatim Bidang Sosial Budaya, Prof. Dr. KH. Achmad Muhibin Zuhri, M.Ag., serta Sekretaris MUI Jatim Bidang Fatwa dan Halal, Dr. KH. Nur Fauzi, S.Hum., M.Pd.
Dalam pemaparannya, Prof. Muhibin Zuhri menekankan pentingnya peran keilmuan akidah di era modern untuk menjawab berbagai tantangan dan kerentanan keimanan umat. Menurutnya, pemahaman ilmu kalam yang komprehensif justru akan melahirkan sikap toleransi dan moderasi beragama yang kuat di tengah masyarakat.
“Justru akidah ini kalau dipahaminya secara benar apalagi dipelajari di dunia akademik itu bisa membuat seseorang itu menjadi memiliki pandangan yang inklusif,” jelas Prof. Muhibin di hadapan para mahasiswi.
Beliau juga mengingatkan bahwa rumusan akidah kini memiliki tantangan baru agar relevan dengan kebutuhan manusia. Akidah harus dipelajari dalam konteks transformatif sehingga tidak hanya berhenti pada keyakinan teologis semata, tetapi dapat menjelma di dalam wujud kemaslahatan.
Sementara itu, Dr. KH. Nur Fauzi menyoroti urgensi ilmu kalam dari kacamata hukum keagamaan serta perannya dalam mendukung lahirnya pedoman dan fatwa Majelis Ulama Indonesia. Ia menegaskan bahwa tersedianya pakar-pakar teologi Islam di lembaga akademik merupakan sesuatu yang wajib untuk menjaga kemurnian agama.
“Belajar akidah itu hukumnya fardu kifayah. Maka kalau tidak ada jurusan akidah filsafat, ini bisa dosa semua,” tegas Dr. Nur Fauzi.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa kelembagaan MUI menaruh konsentrasi penuh pada disiplin ilmu kalam, khususnya dalam melakukan kajian konteks. Kajian tersebut menjadi landasan penting bagi MUI dalam merumuskan syarah kriteria aliran sesat demi membentengi umat dari keyakinan yang menyimpang dari Al-Quran dan hadis.
Kegiatan yang ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif ini diharapkan dapat menjadi bekal wawasan lapangan bagi para mahasiswi UNIDA Gontor dalam menyusun tugas akhir skripsi, serta memperkuat sinergi antara dunia akademik dengan para ulama di Jawa Timur.





