MUI Jatim
MUI TV
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
    • Kumpulan Fatwa MUI Pusat
  • Berita
  • Info Halal
  • Khutbah
  • Halo MUI
No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
    • Kumpulan Fatwa MUI Pusat
  • Berita
  • Info Halal
  • Khutbah
  • Halo MUI
No Result
View All Result
MUI Jatim
No Result
View All Result
Home Berita

MUI Jatim Gelar Seminar Nasional Hari Santri 2026, Dorong Santri dan Pesantren Transformasi Hadapi Era Digital dan AI

OlehAdmin
Senin, 26 Okt 2026 - 13:59 WIB
MUI Jatim Gelar Seminar Nasional Hari Santri 2026, Dorong Santri dan Pesantren Transformasi Hadapi Era Digital dan AI
ShareTweetSend

Komisi Pendidikan dan Kaderisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menggelar seminar nasional secara daring dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026, Kamis, 22 Oktober 2026. Seminar bertema “Rooted in Pesantren, Ready for the Future: Transformasi Pendidikan Pesantren dan Kaderisasi Santri untuk Membangun Peradaban Masa Depan” ini mendorong pesantren beradaptasi dengan era digital dan kecerdasan buatan (AI) tanpa meninggalkan akar tradisinya.

Tiga narasumber hadir: Wakil Direktur Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya Dr. H. Hammis Syafaq, M.FII.I; Sekretaris Komisi Pendidikan MUI Jawa Timur Dr. Mufarrihul Hazin, M.Pd; dan pengasuh Pesantren Kota “Alif Laam Miim” Surabaya Hj. Ida Rohmah Susiani, MM. Diskusi dipandu moderator Rohmatul Faizah, M.Pd.

Santri adalah Harapan Masa Depan

Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Jawa Timur, Prof. Dr. Muhammad Turhan Yani, MA, membuka seminar dengan mengingatkan bahwa tantangan santri hari ini berbeda dari masa lalu. Jika dahulu santri berhadapan dengan penjajahan fisik, kini mereka menghadapi beragam tantangan zaman. Karena itu, santri harus bertahan sekaligus berkembang menjadi garda terdepan kemajuan bangsa. Ia menegaskan bahwa santri adalah identitas yang bisa hadir di berbagai bidang, mulai dari politik, ekonomi, hingga pemerintahan. “Tunjukkan menjadi santri yang baik, santri yang menjadi teladan,” pesannya.

Dr. Hammis Syafaq mengajak pesantren mengubah pola pendidikan dari taklim yang pasif menjadi tarbiah yang aktif. Menurutnya, pesantren perlu keberanian intelektual untuk mengkaji secara kritis warisan pemikiran masa lalu agar bisa diamalkan dalam konteks modern “Santri tidak boleh memahami teks keagamaan secara pasif,” tegasnya.

Teks keagamaan, kata dia, bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi sumber daya intelektual untuk membangun peradaban. Beliau memberi contoh hadis tentang keutamaan salat berjamaah. Kajian di pesantren, menurutnya, tidak boleh berhenti pada hitungan pahala, tetapi harus melatih santri memahami esensinya, yaitu membangun solidaritas dan kepedulian sosial. Begitu pula hadis tentang malu sebagai bagian dari iman, yang dapat diwujudkan dengan rasa malu saat melanggar aturan lalu lintas. Dr. Hammis juga menilai pendidikan yang berhenti pada hafalan hadis tanpa pembiasaan karakter turut menjadi akar persoalan, termasuk maraknya pelecehan di lingkungan pendidikan. Ia mencontohkan budaya disiplin dan kepekaan sosial yang ia saksikan di Australia.

Baca juga   MUI Jatim Beri Penghargaan kepada Mitra Strategis Kajian Hikmah Ramadlan 1442 H

Tiga Komponen Dasar Kader Santri

Hj. Ida Rohmah Susiani merumuskan tiga komponen dasar yang harus ditanamkan pesantren, yaitu karakter, literasi, dan berpikir. Karakter mencakup karakter moral seperti iman, kejujuran, kerendahan hati, dan kasih sayang, serta karakter kinerja seperti rajin, tangguh, dan tuntas dalam bekerja. Menurutnya, penanaman karakter ini adalah kewajiban yang tidak bisa ditawar, “fardu ain, bukan fardu kifayah”. Literasimeliputi baca tulis, numerasi dan coding, budaya, teknologi, hingga literasi finansial. Dalam konteks ini, ia mengapresiasi program OPOP Jatim yang dinilainya mendorong keterbukaan santri terhadap literasi finansial.

Komponen ketiga adalah berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif. Ia menyebut era kini bukan lagi era kompetisi semata, melainkan kolaborasi dengan banyak pihak. Ida juga mengingatkan bahwa pendidikan pesantren yang berhasil harus dimulai dari ruang keluarga. Ia menyayangkan masih adanya orang tua yang baru tergerak memondokkan anak setelah anaknya “kadung tidak baik”. Orientasi pendidikan pesantren, lanjutnya, harus mencakup dunia dan akhirat. Ia juga menguraikan makna “santri” sebagai akronim: sederhana, agama dijaga, ngaji, taat, ramah tamah, dan identitas pelajar Islam Indonesia yang mencintai tanah airnya.

Dr. Mufarrihul Hazin menyebut santri sebagai pembelajar sepanjang hayat. “Tidak ada yang disebut mantan santri,” ujarnya. Ia memaparkan lima akar kekuatan pesantren, yakni fondasi tauhid, adab, sanad keilmuan, kemandirian, dan pengabdian. Di antara kelimanya, ia menekankan adab. Mengutip kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim karya Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, ia mengingatkan bahwa kecerdasan tanpa integritas berisiko merugikan.

Mufarrihul Hazin juga menyoroti perubahan zaman, mulai dari kecerdasan buatan, otomasi, dakwah digital, disinformasi, hingga polarisasi sosial. Santri, menurutnya, harus membawa adab ke ruang digital melalui tabayun atau verifikasi informasi.“Adab santri tidak berhenti di gerbang pesantren,” tegasnya.

Baca juga   Kiai Moh. Hasan Mutawakkil Allallah

Beliau memaparkan lima agenda transformasi: menyiapkan santri yang siap menghadapi masa depan (future-ready) dengan literasi digital, AI, dan riset; akademi kader ulama muda; gerakan santri digital; kolaborasi pesantren dan kampus; serta proyek dampak pesantren. Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Jatim berencana memulai program kaderisasi ulama non-gelar dengan dua angkatan pada 2027, masing-masing selama satu bulan. Ia mengajak santri berakar kuat pada sanad dan adab, bertumbuh dengan menguasai sains, metodologi, dan teknologi, serta berbuah dalam pengabdian sosial.

Di akhir acara, tiap narasumber menyampaikan pesan penutup. Dr. Hammismengajak melahirkan santri yang mampu membangun peradaban dunia modern.Nyai Ida mengutip ungkapan, “Knowledge is power but character is more”. Sedangkan Mufarrihul Hazin menutup dengan penegasan bahwa santri masa depan bukan mereka yang meninggalkan tradisi demi modernitas, melainkan yang menjadikan tradisi sebagai kekuatan menghadapi tantangan zaman. “Santri tidak hanya mewarisi peradaban, namun ikut menciptakannya,” ujarnya.

Seminar ditutup dengan doa dan foto bersama, diiringi pesan penutup dari pembawa acara “Santri sehat, Indonesia kuat.”

Topik: AIhari santriMUI Jatim

Artikel Terkait

Pesan Sekum MUI Jatim di MUBES I PKU: Santri Pemilik Saham NKRI, Kualitas Akademik Harus Ditingkatkan

Pesan Sekum MUI Jatim di MUBES I PKU: Santri Pemilik Saham NKRI, Kualitas Akademik Harus Ditingkatkan

23/10/2026

Surabaya, MUI Jatim— Mahasiswa Program Sarjana Pendidikan Kader Ulama (PKU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa...

LPEU MUI Jatim Gelar Rapat Program Kerja, Fokus Wujudkan Pilot Project Ekonomi Syariah

LPEU MUI Jatim Gelar Rapat Program Kerja, Fokus Wujudkan Pilot Project Ekonomi Syariah

23/10/2026

SURABAYA, MUI Jatim — Lembaga Penggerak Ekonomi Umat (LPEU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa...

Kunjungan Studi UNIDA Gontor di MUI Jatim Bahas Peran Pemikiran Kalam dalam Persoalan Kontemporer

Kunjungan Studi UNIDA Gontor di MUI Jatim Bahas Peran Pemikiran Kalam dalam Persoalan Kontemporer

19/10/2026

Surabaya - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan studi lapangan dari rombongan...

Komisi Fatwa MUI Jatim Gelar Halaqah Pra-Ijtima Ulama ke-III Matangkan Draf Fatwa

Komisi Fatwa MUI Jatim Gelar Halaqah Pra-Ijtima Ulama ke-III Matangkan Draf Fatwa

18/10/2026

Surabaya - Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Halaqah Pra-Ijtima Ulama...

MUI Jatim Gelar Ijtima’ Ulama III di Mojokerto, Siap Bahas 12 Isu Keumatan Kontemporer

MUI Jatim Gelar Ijtima’ Ulama III di Mojokerto, Siap Bahas 12 Isu Keumatan Kontemporer

16/10/2026

SURABAYA, MUI Jatim – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur bersiap menyelenggarakan Ijtima’ Ulama III...

MUI Jatim Sayangkan Penampilan Biduan di Harlah Majelis Pengajian Sabilu Taubah

MUI Jatim Sayangkan Penampilan Biduan di Harlah Majelis Pengajian Sabilu Taubah

15/10/2026

Surabaya - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur turut menyoroti dan menyayangkan viralnya video penampilan...

MUI Jatim Terima Audensi Dinkes Jatim, Siap Sinergi Hapus Stigma Penyakit Kusta

MUI Jatim Terima Audensi Dinkes Jatim, Siap Sinergi Hapus Stigma Penyakit Kusta

15/10/2026

Surabaya - Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur menerima kunjungan audiensi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa...

Informasi Terbaru

MUI Jatim Gelar Seminar Nasional Hari Santri 2026, Dorong Santri dan Pesantren Transformasi Hadapi Era Digital dan AI

MUI Jatim Gelar Seminar Nasional Hari Santri 2026, Dorong Santri dan Pesantren Transformasi Hadapi Era Digital dan AI

26/10/2026 - 13:59 WIB
Pesan Sekum MUI Jatim di MUBES I PKU: Santri Pemilik Saham NKRI, Kualitas Akademik Harus Ditingkatkan

Pesan Sekum MUI Jatim di MUBES I PKU: Santri Pemilik Saham NKRI, Kualitas Akademik Harus Ditingkatkan

23/10/2026 - 18:31 WIB
LPEU MUI Jatim Gelar Rapat Program Kerja, Fokus Wujudkan Pilot Project Ekonomi Syariah

LPEU MUI Jatim Gelar Rapat Program Kerja, Fokus Wujudkan Pilot Project Ekonomi Syariah

23/10/2026 - 15:37 WIB
Kunjungan Studi UNIDA Gontor di MUI Jatim Bahas Peran Pemikiran Kalam dalam Persoalan Kontemporer

Kunjungan Studi UNIDA Gontor di MUI Jatim Bahas Peran Pemikiran Kalam dalam Persoalan Kontemporer

19/10/2026 - 18:39 WIB
Komisi Fatwa MUI Jatim Gelar Halaqah Pra-Ijtima Ulama ke-III Matangkan Draf Fatwa

Komisi Fatwa MUI Jatim Gelar Halaqah Pra-Ijtima Ulama ke-III Matangkan Draf Fatwa

18/10/2026 - 10:16 WIB

Tanya Ulama

Kirim pertanyaan anda seputar konsultasi syariah dan tanya jawab islam disini.

Konsultasi

Status Hukum Daging Aqiqah Mentah vs Matang

Ragu – Ragu Pernah Mentalak atau Tidak 

Urutan Mengusap Telinga dalam Wudhu

Hukum Menggambar, Animasi, Musik dan Nyanyian

Mengambil Keuntungan dari Program Wakaf Mushaf di Masjidil Haram

Fatwa MUI

Berita

Hukum Lomba 17-an Berbayar Menurut Keputusan MUI Jatim: Waspada Praktik Judi Terselubung!

11/08/2026
Fatwa

MUI Jatim Terbitkan Fatwa Haram Penyalahgunaan Vape untuk Narkotika dan Konsumsi di Ruang Publik

08/07/2026
Fatwa

Taushiyah DP MUI Provinsi Jawa Timur Tentang Etika Beraktivitas Sosial Budaya di Ruang Publik

31/07/2025
Fatwa

Fatwa No. 1 Tahun 2025 tentang Penggunaan Sound Horeg

13/07/2025
Fatwa

Hasil Ijtima’ Ulama MUI se-Jatim Ke-II 2024

10/02/2025
MUI Jatim

Dapatkan informasi terbaru melalui:

Alamat

Jl. Raya Wisma Pagesangan No.204, Pagesangan, Kec. Jambangan, Surabaya, Jawa Timur 60233

Email: info@muijatim.or.id

MUI Provinsi

  • MUI Pusat
  • MPU Aceh
  • MUI Sumatera Utara
  • MUI Sumatera Barat
  • MUI Lampung
  • MUI DKI Jakarta
  • MUI Jawa Barat
  • MUI Jawa Tengah
  • MUI Kalimantan Selatan
  • MUI Kalimantan Timur
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2020 MediatrustPR. All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
    • Kumpulan Fatwa MUI Pusat
  • Berita
  • Info Halal
  • Khutbah
  • Halo MUI

© 2020 MediatrustPR. All Right Reserved