SURABAYA, MUIJatim — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur melalui Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama (KUB) sukses menyelenggarakan agenda silaturahmi sekaligus rapat kerja (Raker) pada hari Rabu, 8 Juli 2026. Bertempat di Kantor MUI Provinsi Jawa Timur, acara ini menjadi momentum krusial bagi para pengurus komisi untuk menyelaraskan langkah strategis dalam menjaga kondusivitas umat di tengah keberagaman.
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh semangat kekeluargaan ini dipandu secara langsung oleh Sekretaris Komisi KUB MUI Jatim, Ahmad Syauki, yang bertindak sebagai pemandu acara (MC). Mengawali jalannya kegiatan, beliau mengajak seluruh anggota untuk memperbarui niat silaturahmi yang diharapkan mampu membawa keberkahan, memanjangkan umur, serta meluaskan rezeki guna mendukung khidmah komisi di masyarakat.
Dalam sesi pengarahan, Ketua Komisi KUB MUI Jatim, Dr. KH. Munawir, M.Ag., menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran para tokoh lintas profesi di tengah kesibukan mereka. Guna mempertegas arah dan memperkuat narasi perjuangan komisi ke depan, beliau menyampaikan pesan kunci mengenai pentingnya persatuan:
“Beragam budaya, bahasa, agama itu semuanya bukanlah penghalang untuk bersatu melainkan kekuatan yang harus kita jaga bersama. Kerukunan antarumat beragama adalah merupakan modal yang sangat penting untuk mewujudkan suatu persatuan bangsa, serta menciptakan kehidupan bermasyarakat yang aman, tentram, dan saling menghargai. Kita juga mempunyai tanggung jawab untuk menumbuhkan saling menghormati, saling membantu, jangan sampai terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persaudaraan kita.”
Setelah sesi silaturahmi dan ta’aruf pengurus yang memiliki latar belakang mumpuni mulai dari kiai, ibu nyai, akademisi, pengasuh pesantren, hingga aktivis organisasi acara dilanjutkan dengan pemaparan rancangan Raker. Komisi KUB memfokuskan perhatian pada 7 (tujuh) program kerja unggulan, di antaranya:
Forum Deteksi Dini: Penyusunan sistem mitigasi dan respons cepat terhadap potensi konflik keagamaan.
Sosialisasi Toleransi: Edukasi publik terkait Wasathiyatul Islam melalui seminar nasional dan penerbitan buku saku.
Riset dan Pemetaan: Studi komprehensif mengenai dinamika wilayah yang rawan konflik untuk pencegahan sejak dini.
Simposium Global: Penyelenggaraan dialog strategis yang melibatkan tokoh lintas agama pada skala nasional dan internasional.
Lebih dari sekadar wacana, forum Raker ini langsung mengambil langkah taktis dengan menunjuk Penanggung Jawab (PJ) dari anggota komisi untuk setiap program guna memastikan realisasi yang konkret dan terukur.
Pertemuan perdana ini diharapkan menjadi fondasi yang kokoh bagi Komisi KUB MUI Jatim dalam mengorkestrasi kolaborasi aktif antartokoh agama, sekaligus meneguhkan posisi Jawa Timur sebagai teladan kerukunan bermasyarakat di Indonesia.










