MUI Jatim
MUI TV
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Berita
  • Produk
    • LPPOM MUI
    • Sejarah MUI
    • DSN MUI
    • MUI TV
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
    • Kumpulan Fatwa MUI Pusat
  • Info Halal
  • Bayan
  • Khutbah
  • Fiqih
  • Galeri
    • Video
    • Album
  • Halo MUI
    • Tanya Ulama
    • Tanya Jawab Islam
No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Berita
  • Produk
    • LPPOM MUI
    • Sejarah MUI
    • DSN MUI
    • MUI TV
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
    • Kumpulan Fatwa MUI Pusat
  • Info Halal
  • Bayan
  • Khutbah
  • Fiqih
  • Galeri
    • Video
    • Album
  • Halo MUI
    • Tanya Ulama
    • Tanya Jawab Islam
No Result
View All Result
MUI Jatim
No Result
View All Result
Home Featured

Hukum Menggambar, Animasi, Musik dan Nyanyian

OlehAdmin
Selasa, 18 Agu 2026 - 15:28 WIB
Hukum Menggambar, Animasi, Musik dan Nyanyian
ShareTweetSend
Dhuha Permata Asri, Kota Depok Jawa Barat
Pertanyaan: Assalamualaikum Uztad/Uztazah perkenalkan nama saya Dhuha Permata Asri saya punya kegelisahan sebagai pemuda muslim yang sudah lama saya ingin tanyakan tentang bagaimana hukum soal mnnggambar (Komik, Anime, kartun, Animasi, dll), Musik dan nyanyian, boneka mainan untuk orang dewasa kayak mainan action figure dan bagaimana hukum seni itu menurut islam, soalnya saya pernah trauma agama gara-gara hal itu semua karna temen sata yang bilang itu semua haram padahal ada banyak pendapat dikalangan ulama nah itu yang membuat saya bingung mana yang benar ini ada yang bilang haram mutlak, pertengahan, halal/mubah mutlak, dan makruh nah itu bagaimana hukumnya dan ini semua melekat sekali di kalangan anak muda dan realita sosial yang begitu sangat masif tersebarnya dizaman sekarang bahkan bisa dijadikan buat mencari nafkah, pendidikan, bahkan dakwah nah bagaimana itu hukumnya juga. Mohon izin jawabannya
Jawaban :
Penanya yang di rahmati Allah SWT
Hukum menggambar memang terdapat perbedaan pendapat antar ulama. Dalam Ensiklopedi Fiqih, yakni kitab Al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah, Juz XII, Hlm 100-101 dijelaskan tentang hukum menggambar:
 اِخْتَلَفَ الْعُلَمَاءُ فِيْ حُكْمِ تَصْوِيْرِ ذَوَاتِ الْأَرْوَاحِ مِنَ الْإِنْسَانِ أَوِ الْحَيَوَانِ عَلَى ثَلَاثَةِ أَقْوَالٍ:
Ulama berbeda pendapat dalam hukum menggambar makhluk hidup dari manusia atau hewan menjadi 3 pendapat:
(اَلْقَوْلُ الْأَوَّلُ) إِنَّ ذَلِكَ غَيْرُ حَرَامٍ، وَلَا يَحْرُمُ مِنْهُ إِلَّا أَنْ يَصْنَعَ صَنَمًا يُعْبَدُ مِنْ دُوْنِ اللهِ تَعَالَى لِقَوْلِهِ تَعَالَى: {قَالَ أَتَعْبُدُوْنَ مَا تَنْحِتُوْنَ وَاللهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُوْنَ} وَلِقَوْلِ النَّبِيِّ : {إِنَّ اللهَ وَرَسُوْلَهُ حَرَّمَ بَيْعَ الْخَمْرِ وَالْمَيْتَةِ وَالْخِنْزِيْرِ وَالْأَصْنَامِ} وَاحْتَجَّ الْقَائِلُوْنَ بِالْإِبَاحَةِ بِقَوْلِهِ تَعَالَى فِيْ حَقِّ سُلَيْمَانَ : {يَعْمَلُوْنَ لَهُ مَا يَشَاءُ مِنْ مَحَارِيْبَ وَتَمَاثِيْلَ وَجِفَانٍ كَالْجَوَابِ} قَالُوْا: وَشَرْعُ مَنْ قَبْلَنَا شَرْعٌ لَنَا لِقَوْلِهِ تَعَالٰى: {أُولٓئِكَ الَّذِيْنَ هَدَى اللهُ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهِ}. وَاسْتَدَلُّوْا بِقَوْلِ النَّبِيِّ  فِيْ حَقِّ الْمُصَوِّرِيْنَ {اَلَّذِيْنَ يُضَاهُوْنَ بِخَلْقِ اللهِ} وَفِيْ بَعْضِ الرِّوَايَاتِ {اَلَّذِيْنَ يُشَبِّهُوْنَ بِخَلْقِ اللهِ}
Pendapat Pertama: Menggambar makhluk bernyawa tidak haram kecuali jika bertujuan untuk membuat berhala yang akan disembah selain Allah. hal ini berdasarkan firman Allah : “Ibrahim berkata: “Akankah kalian menyembah patung-patung yang kalian pahat itu? Padahal Allah-lah yang menciptakan kalian dan apa yang kalian perbuat itu”. (QS. Ash-Shaffat; 95-96). Juga berdasarkan sabda Nabi : “Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya telah mengha-ramkan menjual khamr, bangkai, babi dan berhala”. Pijakan ulama yang mengatakan boleh ini adalah firman Allah  dalam kaitannya tentang Nabi Sulaiman : “Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi, patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam”. (QS. Saba’; 13). Para ulama berkata: Syari’at orang sebelum kita adalah syari’at bagi kita. Hal ini berdasarkan firman Allah : “Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. maka ikutilah petunjuk mereka”. (QS. Al-An’am; 90) Para ulama menjadikan dalil pada sabda Nabi  tentang orang-orang yang menggambar: “Orang-orang yang menyamakan dengan makhluk Allah”. Dan dalam sebagian riwayat yang lain: “Orang-orang yang menyerupakan dengan makhluk Allah”.
(اَلْقَوْلُ الثَّانِي) وَهُوَ مَذْهَبُ الْمَالِكِيَّةِ وَبَعْضُ السَّلَفِ، وَوَافَقَهُمْ ابْنُ حَمْدَانَ مِنَ الْحَنَابِلَةِ، أَنَّهُ لَا يَحْرُمُ مِنَ التَّصَاوِيْرِ إِلَّا مَا جَمَعَ الشُّرُوْطُ الْآتِيَةُ:
Pendapat Kedua: Ini adalah pendapat Madzhab Maliki dan sebagian ulama salaf. Pendapat ini didukung oleh Imam Ibnu Hamdan dari Madzhab Hambali, bahwa menggambar tidak dihukumi haram kecuali terpenuhi semua syarat-syarat berikut ini:
اَلشَّرْطُ الْأَوَّلُ: أَنْ تَكُوْنَ صُوْرَةَ الْإِنْسَانِ أَوِ الْحَيَوَانِ مِمَّا لَهُ ظِلٌّ، أَيْ تَكُوْنَ تِمْثَالًا مُجَسَّدًا، فَإِنْ كَانَتْ مُسَطَّحَةً لَمْ يَحْرُمْ عَمَلُهَا، وَذَلِكَ كَالْمَنْقُوْشُ فِيْ جِدَارٍ أَوْ وَرَقٍ أَوْ قُمَاشٍ . بَلْ يَكُوْنُ مَكْرُوْهًا، وَمِنْ هُنَا نَقَلَ ابْنُ الْعَرَبِيِّ الْإِجْمَاعَ عَلَى أَنَّ تَصْوِيْرَ مَا لَهُ ظِلٌّ حَرَامٌ.
Syarat Pertama: Gambar tersebut adalah gambar manusia atau hewan yang memiliki bayangan (3 dimensi) yakni gambar yang berbentuk. Jika gambar yang rata maka tidak haram menggambarnya. Hal ini seperti melukis tembok, kertas atau tenun. Namun hukumnya makruh. Dari sinilah Imam Ibnul Arabi mengutip ijma’ bahwa mengambar obyek yang memiliki bayangan (3 dimensi) hukumnya adalah haram.
اَلشَّرْطُ الثَّانِي: أَنْ تَكُوْنَ كَامِلَةَ الْأَعْضَاءِ، فَإِنْ كَانَتْ نَاقِصَةَ عُضْوٍ مِمَّا لَا يَعِيْشُ الْحَيَوَانُ مَعَ فَقْدِهِ لَمْ يَحْرُمْ، كَمَا لَوْ صَوَّرَ الْحَيَوَانَ مَقْطُوْعَ الرَّأْسِ أَوْ مَخْرُوْقَ الْبَطْنِ أَوِ الصَّدْرِ.
Syarat Kedua: Gambar tersebut bertubuh sempurna. Jika tidak bertubuh sempurna dan tidak bisa hidup dengan kondisi seperti itu maka tidak haram. Seperti menggambar hewan tanpa kepala atau terputus perut atau dadanya.
اَلشَّرْطُ الثَّالِثُ: أَنْ يَصْنَعَ الصُّوْرَةَ مِمَّا يَدُوْمُ مِنَ الْحَدِيْدِ أَوِ النُّحَاسِ أَوِ الْحِجَارَةِ أَوِ الْخَشَبِ أَوْ نَحْوِ ذَلِكَ، فَإِنْ صَنَعَهَا مِمَّا لَا يَدُوْمُ كَقِشْرِ بِطِّيْخٍ أَوْ عَجِيْنٍ لَمْ يَحْرُمْ، لِأَنَّهُ إِذَا نَشِفَ تَقَطَّعَ، عَلَى أَنَّ فِيْ هَذَا النَّوْعِ عِنْدَهُمْ خِلَافًا، فَقَدْ قَالَ الْأَكْثَرُ مِنْهُمْ: يَحْرُمُ وَلَوْ كَانَ مِمَّا لَا يَدُوْمُ، وَنُقِلَ قَصْرُ التَّحِرْيِمْ عَلَى ذَوَاتِ الظِّلِّ عَنْ بَعْضِ السَّلَفِ أَيْضًا كَمَا ذَكَرَهُ النَّوَوِيُّ. وَقَالَ ابْنُ حَمْدَانَ مِنَ الْحَنَابِلَةِ: اَلْمُرَادُ بِالصُّوْرَةِ أَيْ: الْمُحَرَّمَةِ مَا كَانَ لَهَا جِسْمٌ مَصْنُوْعٌ لَهُ طُوْلٌ وَعَرَضٌ وَعُمْقٌ.
Syarat Ketiga: membuat gambar dari benda yang tetap, seperti dari besi, tembaga, batu, kayu dan semisalnya. Jika pembuatannya dari sesuatu yang tidak tetap seperti kulit semangka atau adonan maka tidak haram, karena jika mengering maka akan menjadi terpisah. Pada jenis inilah terdapat perbedaan pendapat antar ulama. Mayoritas dari mereka mengatakan haram meskipun bukan dari bahan yang tetap. Dan dikutip juga bahwa batasan keharaman adalah pada gambar yang memiliki bayangan menurut sebagian ulama salaf juga, seperti yang telah diuraikan oleh Imam An-Nawawi. Imam Ibnu Hamdan dari Madzhab Hambali berkata: “Yang dimaksud dengan gambar yang diharamkan adalah gambar yang memiliki bentuk, dibuat dengan memiliki diameter panjang lebar dan tinggi (3 dimensi).
(اَلْقَوْلُ الثَّالِثُ) أَنَّهُ يَحْرُمُ تَصْوِيْرُ ذَوَاتِ الْأَرْوَاحِ مُطْلَقًا، أَيْ سَوَاءٌ أَكَانَ لِلصُّوْرَةِ ظِلٌّ أَوْ لَمْ يَكُنْ. وَهُوَ مَذْهَبُ الْحَنَفِيَّةِ وَالشَّافِعِيَّةِ وَالْحَنَابِلَةِ.
Pendapat Ketiga: haram menggambar makhluk bernyawa secara mutlaq baik gambar yang memiliki bayangan atau tidak. Ini adalah pendapat Madzhab Hanafi, Syafi’i dan Hambali.
As-Sayyid Alwi Bin Abbas Al-Maliki  di dalam Majmu’ Fatawa Wa Rasail hlm 212. Beliau Menuturkan tentang menggambar:
فَعُلِمَ أَنَّ الْمُجْمَعَ عَلَى تَحْرِيْمِهِ مِنْ تَصْوِيْرِ الْاَكْوَانِ مَا اجْتَمَعَ فِيْهِ خَمْسَةُ قُيُوْدٍ عِنْدَ اُوْلِي الْعِرْفَانِ: أَوَّلُهَا كَوْنُ الصُّوْرَةِ لِلْاِنْسَانِ أَوْ لِلْحَيَوَانِ. ثَانِيْهَا كَوْنُهَا كَامِلَةً لَمْ يُعْمَلْ فِيْهَا مَا يَمْنَعُ الْحَيَاةَ مِنَ النُّقْصَانِ كَقَطْعِ رَأْسٍ أَوْ نِصْفٍ أَوْ بَطْنٍ أَوْ صَدْرٍ أَوْ خَرْقِ بَطْنٍ أَوْ تَفْرِيْقِ أَجْزَاءٍ لِجِسْمَانِ. ثَالِثُهَا كَوْنُهَا فِيْ مَحَلٍّ يُعْظَمُ لَا فِيْ مَحَلٍّ يُسَامُ بِالْوَطْءِ وَالْاِمْتِهَانِ. رَابِعُهَا وُجُوْدُ ظِلٍّ لَهَا فِي الْعِيَانِ. خَامِسُهَا أَنْ لَا تَكُوْنَ لِصِغَارِ الْبَنَاتِ مِنَ النِّسْوَانِ.
Dapat diketahui bahwa yang disepakati keharaman menggambar sesuatu adalah yang di dalamnya terdapat 5 kriteria menurut ulama pemilik pengetahuan: (1) Gambar manusia atau hewan. (2) Bentuk gambarnya sempurna, tidak terdapat sesuatu yang mencegah kehidupan dari kekurangan seperti kepalanya terputus, terpotong separuh tubuhnya, perut, dada, berlubang perutnya atau terpisah bagian-bagiannya menjadi dua badan. (3) Gambar berada di tempat yang diagungkan, tidak di tempat yang direndahkan  dengan terinjak dan terhinakan. (4) Gambar memiliki bayangan secara kasat mata. (5) Gambar bukan untuk anak perempuan kecil.
فَإِنِ انْتَفَى قَيِّدٌ مِنْ هَذِهِ الْخَمْسَةِ كَانَتْ مِمَّا فِيْهِ اخْتِلَافُ الْعُلَمَاءِ الْاَعْيَانِ فَتَرْكُهَا حِيْنَئِذٍ أَوْرَعُ وَأَحْوَطُ لِلْأَدْيَانِ وَلَا يُنْكَرُ عَلَى فَاعِلِهَا اِنْكَارَ زَجْرٍ كَفَاعِلِ مَا أُجْمَعُ عَلَى تَحْرِيْمِهِ مِنْ أُمُوْرِ الْعِصْيَانِ لِاَنَّ اخْتِلَافَ عُلَمَاءِ الْأُمَّةِ رَحْمَةٌ مِنَ الرَّحْمَنِ بَلْ بِالنُّصْحِ وَالْاِرْشَادِ اِلَى الْخُرُوْجِ مِنْ خِلَافِ الْعُلَمَاءِ كَمَا عَلَيْهِ أَهْلُ الْكَمَالِ وَسَدِّ ذَرَائِعِ الْفَسَادِ فِي الزَّمَانِ. وَعِنْدَ تَكَامُلِ الْقُيُوْدِ يَجِبُ تَرْكُهَا عَلَى الْاِنْسَانِ وَيُنْكَرُ عَلَيْهِ بِالزَّجْرِ لِخَرْقِهِ اِجْمَاعَ أَهْلِ الْعِلْمِ وَهُوَ سَبَبٌ لِاسْتِحْقَاقِ النِّيْرَانِ.
Kalau ada satu saja kriteria dari kelima kriteria ini ada yang tidak terpenuhi, maka gambar itu termasuk sesuatu yang diperselisihkan ulama, sehingga meninggalkannya adalah perbuatan yg lebih wara’ dan lebih hati-hati pada Agama, namun pelakunya tidak boleh diingkari dengan melarangnya seperti pelaku perbuatan maksiat yang disepakati ulama, karena perselisihan Ulama ummat adalah Rahmat dari Yang Maha Rahman. Jika tidak sependapat maka dengan nasehat dan menganjurkan untuk keluar dari khilaf ulama sebagaimana perilaku ahli kesempurnaan dan demi menghindari kerusakan zaman. Dan ketika semua kriteria terpenuhi maka wajib bagi seorang insan untuk menjauhinya dan wajib diingkari dengan melarangnya karena ia melanggar ijma’ Ahli Ilmu dan itu menyebabkan ia pantas untuk masuk neraka.
As-Sayyid Alwi Bin Abbas Al-Maliki  pada halaman berikutnya (213) juga menambahkan:
وَإِنْ كَانَتْ هَذِهِ صُوْرَةِ الْحَوَنِيَّةِ الْكَامِلَةِ الَّتِىْ لَا ظِلَّ لَهَا فَهَا هُنَا تَفْصِيْلٌ وَهُوَ أَنَّهَا إِنْ كَانَتْ فِىْ مَحَلٍّ مُمْتَهَنٍ كَبِسَاطٍ وَحَصِيْرٍ وَوِسَادَةٍ وَنَحْوِهَا كَانَتْ مُبَاحَةً أَيْضًا فِىْ مَذْهَبِ الْاَرْبَعَةِ إِلَّا أَنَّ الْمَالِكِيَّةَ قَالُوْا: فَعَلَى هَذِهِ خِلَافُ الْأَوْلَى وَلَيْسَ مَكْرُوْهًا.
Jika gambar hewan yang sempurna tersebut tidak memiliki bayangan maka hukumnya diperinci. Jika digunakan di tempat yang terendahkan seperti karpet, tikar, bantal dan sejenisnya maka boleh dalam pandangan empat madzhab, selain madzhab Maliki yang mengatakan hukumnya khilaful aula (lebih baik ditinggalkan) bukan makruh.
Dalam Fatawa Dar al-Ifta’ al-Mishriyah, Juz 7, Hlm 257 dinyatakan:
وَالَّذِىْ تَخْتَارَهُ أَنَّهُ لَا بَأْسَ بِاتِّخَاذِ الصُّوْرَةِ الَّتِىْ لَا ظِلَّ لَهَا، وَكَذَلِكَ الصُّوْرَةُ إِذَا كَانَتْ رَقْمًا فِىْ ثَوْبٍ وَيُلْحَقُ بِهَا الصُّوَرُ الَّتِىْ تُرْسَمُ عَلَى حَائِطٍ أَوْ نَحْوِهِ أَوْ عَلَى الْوَرَقِ قِيَاسًا عَلَى تَصْوِيْرِ وَرَسْمِ مَا لَا رُوْحَ لَهُ كَالنَّبَاتِ وَالْأَشْجَارِ وَمَنَاظِرِ الطَّبِيْعَةِ.
Pendapat yang bisa kamu pilih adalah boleh mengambil gambar yang tidak memiliki bayangan. Demikian pula gambar yang berbentuk cap (sablon) pada baju. Bisa disamakan juga gambar-gambar yang dicoretkan di tembok atau semisalnya atau di atas kertas dengan diqiyaskan pada gambar dan coretan obyek yang tidak bernyawa seperti tumbuhan, pohon dan pemandangan alam.
Dalam kitab Inarotud Duja, Hlm. 239 diterangkan:
أَنَّ الْعَلَامَةَ الْقَسْطَلَانِيَّ عَلَى الْبُخَارِىِّ نَقَلَ عَنِ الْإِمَامِ ابْنِ الْعَرَبِىِّ أَنَّهُ قَالَ: حَاصِلُ مَا فِي اتِّخَاذِ الصُّوْرَةِ أَنَّهَا إِنْ كَانَتْ ذَاتِ أَجْسَامٍ حَرُمَ بِالْإِجْمَاعِ. وَإِنْ كَانَ رَقْمًا فَأَرْبَعَةَ أَقْوَالٍ: اَلْجَوَازُ مُطْلَقًا لِظَاهِرِ حَدِيْثِ الْبَابِ، وَالْمَنْعُ مُطْلَقًا حَتَّى الرَّقَمَ، وَالتَّفْصِيْلُ، فَإِنْ كَانَتِ الصُّوْرَةُ بَاقِيَةَ الْهَيْئَةِ قَائِمَةَ الشَّكْلِ حَرُمَ، وَإِنْ قَطَعَتِ الرَّأْسُ وَتَفَرَّقَتِ الْأَجْزَاءُ جَازَ، قَالَ:وَهَذَا هَوُ الْأَصَحُّ، وَالرَّابِعُ إِنْ كَانَ مِمَّا يُمْتَهَنُ جَازَ، وَإِنْ كَانَ مُعَلَّقًا فَلَا إھ.
Al-Allamah Al-Qasthalani Alal Bukhari mengutip dari Imam Ibnul Arabi, ia berkata: “Kesimpulan dalam hukum menggambar adalah jika berbentuk 3 dimensi maka haram menurut ijma’. Jika berbentuk cap (sablon, mendatar) maka terdapat 4 pendapat: 1) Boleh secara muthlaq karena berdasarkan dhahir hadits. 2) Dilarang secara muthlaq meskipun berbentuk cap (sablon). 3) Diperinci: Jika gambar tersebut berbentuk tetap dan berbentuk utuh maka haram. Jika terputus kepala atau terpisah bagian tubuhnya maka boleh. Ini adalah pendapat yang ashah. 4) Jika gambar itu terhinakan maka boleh, dan jika digantungkan maka tidak boleh.
Kesimpulan Jawaban:
Setelah mendalami dan memahami penjelasan dari keterangan-keterangan di atas, maka jawaban hukum menggambar adalah terdapat khilaf ulama sebagai berikut:
1) Haram secara muthlaq apabila berbentuk makhluk hidup.
2) Haram jika berbentuk sempurna utuh satu tubuh; dan tidak haram jika tidak berbentuk sempurna satu tubuh.
3) Boleh secara muthlaq karena berbentuk gambar datar (seperti cap atau photo) bukan 3 dimensi yang memiliki bayangan.
Baca juga   Hari Anak Nasional: Pendidikan sebagai Benteng Anak dari Gawai, Terorisme, dan Ekstremisme
Topik: hukummelukismenggambarmenyanyiMUIJatim

Artikel Terkait

Uang Sumbangan, Kegiatan Agustusan dengan Iuran Dijadikan Hadiah, dan Tarian Joget

Uang Sumbangan, Kegiatan Agustusan dengan Iuran Dijadikan Hadiah, dan Tarian Joget

19/08/2026

Pertanyaannya Penanya yang berbahagia semoga anda selalu dalam rahmat dan ridhonya.... Tentang pertanyaan anda di...

Adab Berdoa

Adab Berdoa

15/08/2026

Diana Pertanyaan : belakangan sering bermunculan di sosmed berdoa tapi kesannya sangat akrab dg allah,...

MUI Jatim Matangkan Persiapan Ijtima Ulama 2026, Bahas Standart Hukuman Mati Koruptor

MUI Jatim Matangkan Persiapan Ijtima Ulama 2026, Bahas Standart Hukuman Mati Koruptor

14/08/2026

SURABAYA, MUI Jatim – Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur telah menggelar...

Bisnis Seorang Food Vloger 

Bisnis Seorang Food Vloger 

14/08/2026

Yunia Nur Azizah, Purwokerto Pertanyaan : Hallo MUI, Assalamualaikum Izin bertanya terkait hukum ekonomi syariah...

LP2M MUI Jawa Timur Gelar Ta’aruf dan Rakor, Perkuat Program Pembinaan Mualaf

LP2M MUI Jawa Timur Gelar Ta’aruf dan Rakor, Perkuat Program Pembinaan Mualaf

11/08/2026

SURABAYA, MUI Jatim – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur melalui Lembaga Pembinaan dan...

Hukum Lomba 17-an Berbayar Menurut Keputusan MUI Jatim: Waspada Praktik Judi Terselubung!

Hukum Lomba 17-an Berbayar Menurut Keputusan MUI Jatim: Waspada Praktik Judi Terselubung!

11/08/2026

Menyambut momen perayaan Hari Kemerdekaan RI, semarak kegiatan lomba 17-an dan jalan santai tentu menjadi...

Jual Beli Piutang

Jual Beli Piutang

10/08/2026

Azhar, Pamekasan Pertanyaan: Apa pengertian بيع الدين بالدين dan contoh gampangnya ? Terima kasih Jawaban:...

Informasi Terbaru

MUI Jatim Matangkan Persiapan Ijtima Ulama 2026, Bahas Standart Hukuman Mati Koruptor

MUI Jatim Matangkan Persiapan Ijtima Ulama 2026, Bahas Standart Hukuman Mati Koruptor

14/08/2026 - 18:00 WIB
LP2M MUI Jawa Timur Gelar Ta’aruf dan Rakor, Perkuat Program Pembinaan Mualaf

LP2M MUI Jawa Timur Gelar Ta’aruf dan Rakor, Perkuat Program Pembinaan Mualaf

11/08/2026 - 19:03 WIB
MUI Jatim Gelar Rapat Penyusunan Buku Problematika Haji dan Umrah, Targetkan Jadi Rujukan Utama KBIHU

MUI Jatim Gelar Rapat Penyusunan Buku Problematika Haji dan Umrah, Targetkan Jadi Rujukan Utama KBIHU

07/08/2026 - 19:10 WIB
Kawal RUU Sisdiknas, MUI Jatim Segera Gelar Halakah Tolak Diskriminasi Pendidikan Agama

Kawal RUU Sisdiknas, MUI Jatim Segera Gelar Halakah Tolak Diskriminasi Pendidikan Agama

06/08/2026 - 15:00 WIB
MUI Jatim Gelar Tasyakuran Milad ke-51 dan Luncurkan Majalah “ULAMAUNA”

MUI Jatim Gelar Tasyakuran Milad ke-51 dan Luncurkan Majalah “ULAMAUNA”

05/08/2026 - 16:16 WIB

Tanya Ulama

Kirim pertanyaan anda seputar konsultasi syariah dan tanya jawab islam disini.

Konsultasi

Uang Sumbangan, Kegiatan Agustusan dengan Iuran Dijadikan Hadiah, dan Tarian Joget

Hukum Menggambar, Animasi, Musik dan Nyanyian

Adab Berdoa

Bisnis Seorang Food Vloger 

Jual Beli Piutang

Fatwa MUI

Berita

Hukum Lomba 17-an Berbayar Menurut Keputusan MUI Jatim: Waspada Praktik Judi Terselubung!

11/08/2026
Fatwa

MUI Jatim Terbitkan Fatwa Haram Penyalahgunaan Vape untuk Narkotika dan Konsumsi di Ruang Publik

08/07/2026
Fatwa

Taushiyah DP MUI Provinsi Jawa Timur Tentang Etika Beraktivitas Sosial Budaya di Ruang Publik

31/07/2025
Fatwa

Fatwa No. 1 Tahun 2025 tentang Penggunaan Sound Horeg

13/07/2025
Fatwa

Hasil Ijtima’ Ulama MUI se-Jatim Ke-II 2024

10/02/2025
MUI Jatim

Dapatkan informasi terbaru melalui:

Alamat

Jl. Raya Wisma Pagesangan No.204, Pagesangan, Kec. Jambangan, Surabaya, Jawa Timur 60233

Email: info@muijatim.or.id

MUI Provinsi

  • MUI Pusat
  • MPU Aceh
  • MUI Sumatera Utara
  • MUI Sumatera Barat
  • MUI Lampung
  • MUI DKI Jakarta
  • MUI Jawa Barat
  • MUI Jawa Tengah
  • MUI Kalimantan Selatan
  • MUI Kalimantan Timur
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2020 MediatrustPR. All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sejarah MUI Jawa Timur
    • Susunan Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur 2025-2030
    • Pengurus KBL MUI
    • Pedoman Organisasi
  • Berita
  • Produk
    • LPPOM MUI
    • Sejarah MUI
    • DSN MUI
    • MUI TV
  • Fatwa
    • Kumpulan Fatwa MUI Jatim
    • Kumpulan Tausiyah
    • Kumpulan Fatwa MUI Pusat
  • Info Halal
  • Bayan
  • Khutbah
  • Fiqih
  • Galeri
    • Video
    • Album
  • Halo MUI
    • Tanya Ulama
    • Tanya Jawab Islam

© 2020 MediatrustPR. All Right Reserved