Surabaya, MUI Jatim
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur melalui Badan Pengembangan Industri Halal (BPIH) kembali menggelar Pelatihan Juru Sembelih Halal (JULEHA) angkatan ke-4 pada Sabtu, 24 Mei 2025. Kegiatan yang digelar di Gedung Rektorat Lt. 6 Universitas Negeri Surabaya (UNESA) ini bertujuan untuk mempercepat perkembangan industri halal di Jawa Timur, khususnya menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H.
Ketua BPIH MUI Jatim, Dr. KH. M. Fathurrozi, M.Si dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu bentuk komitmen MUI Jatim untuk memastikan ketersediaan daging halal yang sesuai dengan syariat Islam.
“Cita-cita kami adalah mempercepat industri halal melalui pelatihan JULEHA. Ini adalah angkatan keempat yang kami selenggarakan,” ujarnya.
Fathurrozi juga menyebutkan bahwa pelatihan JULEHA sebelumnya telah dilaksanakan sebanyak tiga kali dengan jumlah peserta yang terus diseleksi secara lebih ketat.
“Angkatan pertama diikuti 1000 peserta, kedua 500 peserta, ketiga 150 peserta, dan angkatan keempat ini hanya 60 peserta terpilih. Peserta berasal dari utusan Ormas Islam, takmir masjid, lembaga pendidikan Islam dan pesantren,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan acara ini, seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim, YDSF, Dinas Peternakan, Juleha Indonesia Jatim, serta UNESA yang sejkaligus menjadi tempat pelaksanaan pelatihan.
Lebih lanjut, Fathurrozi menyoroti masih banyaknya hewan konsumsi, khususnya ayam, yang diproses tidak sesuai syariat.
“Bahkan ada yang dilempar ke air panas tanpa disembelih secara benar. Ini menjadi perhatian serius,” jelasnya.
Pelatihan ini tidak hanya memberikan materi teoritis seperti manajemen qurban, fiqih qurban, dan pemeriksaan ante mortem dan post mortem, tetapi juga praktik langsung teknik penyembelihan yang baik dan benar.
Para peserta juga akan mendapatkan sertifikat pelatihan untuk selanjutnya bisa mengikuti uji kompetensi BNSP dengan standar SKKNI untuk menjadi Juru Sembelih Halal Profesional.
“Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta bisa mengikuti pelatihan tahap kedua yaitu uji kompetensi. Baru setelah itu bisa memperoleh sertifikat resmi JULEHA yang dikeluarkan oleh BNSP. Saat ini sudah ada JULEHA dari Indonesia yang dikirim ke Australia dan Brunei,” ujarnya.
Fathurrozi berharap, dengan pelatihan ini, seluruh hewan yang dikonsumsi masyarakat Jawa Timur dapat dipastikan kehalalannya.
“Dengan konsumsi yang halal, insya Allah doa kita akan lebih mudah dikabulkan oleh Allah,” pungkasnya.
Acara ini juga memberikan berbagai fasilitas kepada peserta secara gratis, seperti materi, sertifikat, makan, snack, doorprize alat sembelihan, serta hewan untuk praktik penyembelihan.












