SURABAYA, MUI Jatim – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Pusat melaksanakan agenda kunjungan kerja sekaligus monitoring dan evaluasi ke Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur. Kegiatan yang bertujuan untuk memantau serta mengevaluasi program kerja kelembagaan ini diselenggarakan di Gedung MUI Jatim pada hari Rabu (16/9/2026).
Acara kunjungan dan evaluasi ini dipandu secara langsung oleh Sekretaris Umum MUI Jatim, Dr. KH. M. Hasan Ubaidillah. Turut hadir membersamai rombongan MUI Pusat antara lain Ketua MUI Pusat Dr. KH. Masduki Baidlowi, MA, Wakil Sekretaris Jenderal KH. Khoirul Sholeh Rasyid, M.Si, serta tim Monev Bapak Tatang.
Dari pihak tuan rumah, tampak hadir Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Abdul Halim Subahar, MA, Wakil Ketua Umum MUI Jatim Dr. KH. Abdullah Syamsul Arifin, dan beserta jajaran pengurus harian lengkap. Beberapa tokoh yang turut hadir di antaranya Ketua MUI bidang Hubungan Ulama Umaro Dr. KH. Muhammad Sujak, M.Ag, Ketua MUI bidang Sosial Budaya Prof. Dr. KH. Ahmad Muhibbin Zuhri, M.Ag, Ketua MUI bidang Penanggulangan Bencana Dr. H. Ainul Yaqin, M.Si, Apt, dan Bendahara Umum H. Rosyidi, SE.
Selain itu, hadir pula perwakilan pengurus MUI dari Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, Serta mitra strategis seperti Wakil Ketua Baznas Jatim Gus Dr. Syarif Hidayatullah.
Dalam sambutannya, Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Abdul Halim Subahar, MA, menyambut baik kedatangan tim dari pusat dan memaparkan bahwa kepengurusan MUI Jatim saat ini sangat representatif karena mengakomodasi perwakilan dari ormas keagamaan seperti NU, Muhammadiyah, Al-Irsyad, dan berbagai perguruan tinggi.
“Ke depan, MUI akan terus fokus pada tugas utama sebagai bagian dari mitra pemerintah atau shodiqul hukumah,” ungkap Prof. Halim. Beliau juga menambahkan bahwa MUI Jatim sedang merespons kerja sama pendirian pusat pelatihan keulamaan bersama Ma’had Aly untuk memberdayakan potensi ulama di kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Sementara itu, Ketua MUI Pusat, Dr. KH. Masduki Baidlowi, MA, memberikan apresiasi terhadap kinerja MUI Jawa Timur. Beliau menjelaskan bahwa evaluasi tahunan ini merupakan langkah untuk memperbaiki organisasi agar lebih baik ke depannya. Dalam arahannya, beliau mendorong MUI Jatim untuk terus memelopori dakwah berbasis teknologi.
“Saat ini ekosistem informasi berbasis digital, bahkan sistem kecerdasan buatan atau AI, sudah menjadi keharusan. Kita tidak mungkin lagi berdakwah dengan metode konvensional kepada generasi muda yang ekosistem hidupnya sudah serba digital,” jelas KH. Masduki.
Di akhir arahannya, KH. Masduki menaruh harapan besar agar inovasi program dakwah digital yang dikembangkan di Jawa Timur tidak hanya berdampak lokal, tetapi dapat menjadi percontohan bagi provinsi-provinsi lain di seluruh Indonesia.











