SURABAYA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur melalui Komisi Pemberdayaan Perempuan Remaja dan Keluarga (PPRK) sukses menyelenggarakan Webinar Seri Ke-II pada Jumat (25/09/2026). Kegiatan edukatif ini mengangkat tema Merawat Keluarga Menjaga Peradaban: Penguatan Ketahanan Keluarga Berbasis Nilai-nilai Islam, dan dilaksanakan secara daring.
Acara ini diselenggarakan sebagai respons atas tingginya angka perceraian di Indonesia, khususnya di Jawa Timur yang tercatat menyumbang lebih dari 83 ribu kasus perceraian. Fenomena ini erat kaitannya dengan dinamika kehidupan di era digital yang kerap memicu berbagai persoalan rumah tangga, seperti masalah ekonomi, krisis komunikasi, hingga pengaruh negatif media sosial.
Sekretaris Umum MUI Jawa Timur, Dr. K.H. Muhammad Hasan Ubaidillah, S.H., M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya memperkokoh fondasi akidah dan akhlakul karimah dalam keluarga. Beliau mencontohkan nilai-nilai pendidikan keluarga yang terdapat dalam kisah Luqmanul Hakim di dalam Al-Qur’an.
“Dalam hidup ini kamu harus punya pegangan yang pertama pegangannya kamu harus punya iman dengan iman engkau akan memiliki ketetapan hati dengan iman engkau akan selalu dibimbing oleh Tuhan oleh Allah Subhanahu wa taala dan kedua engkau harus memiliki ilmu dengan ilmu engkau akan bisa menilai apapun dengan rasional dengan ilmumu dengan iman dan ilmu engkau akan bisa melewati tantangan dalam kehidupan ini ini persis dengan era disrupsi saat ini yang mengalami fase yang disebut era pasca kebenaran,” ujar Dr. K.H. Muhammad Hasan Ubaidillah.
Beliau juga mengingatkan bahwa penguatan akidah, menjauhi kesyirikan, dan penanaman akhlak mulia sejak dini adalah pilar utama untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah di tengah gempuran teknologi informasi.
Sementara itu, Ketua Komisi PPRK MUI Jawa Timur, Prof. Dr. Mutimmatul Faidah, M.Ag., menyampaikan bahwa keluarga bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang pertama di mana manusia belajar tentang iman, cinta, akhlak, dan tanggung jawab. Merawat keluarga sama halnya dengan merawat manusia dan peradaban.
Webinar ini menghadirkan dua narasumber pakar di bidangnya. Pemateri pertama, Wakil Ketua Komisi PPRK MUI Jatim, Dr. Hj. Mihmidati Yakub, M.Pd.I., mengupas tuntas tentang panduan merawat keluarga yang bahagia dan sejahtera. Ia menjelaskan perlunya ikhtiar lahir maupun batin dari orang tua, mulai dari pemenuhan gizi yang halal dan baik, hingga tirakat dan doa secara konsisten demi melahirkan generasi yang cerdas dan saleh.
Adapun pemateri kedua, Kepala Baperrida sekaligus Ketua Komisi PPRK MUI Kabupaten Bondowoso, Dr. Hj. Anisatul Hamidah, S.Ag., S.H., M.Si., M.Kn., menyoroti tantangan ketahanan keluarga dari kacamata kebijakan sosial dan dinamika era digital. Ia mengingatkan bahwa orang tua harus hadir memberikan teladan dan pendampingan, serta menjadikan rumah sebagai madrasah pertama yang ramah dan menenangkan bagi anak-anak, bukan sekadar memberikan larangan sepihak.
Melalui kegiatan ini, MUI Jawa Timur berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi dalam memperkuat ketahanan keluarga. Karena peradaban sejatinya tidak hanya dibangun di ruang publik, melainkan dimulai dari dalam rumah.












